Jawaban PR 1 Statistika Matematika II

December 15, 2009 at 7:17 AM | In kampus, statistika matematika | Leave a Comment

Jawaban PR I Statistika Matematika dapa diunduh pada link ini.

Tugas I Pemrograman Berbasis Web

November 3, 2009 at 6:17 AM | In pemrograman berbasis web | Leave a Comment

Tugas I Pemrogram Berbasis Web dapat diunduh dari link ini (berkas docx) atau link ini (berkas pdf).

Kuliah Statmat II untuk hari Rabu, 4 November 2009

November 3, 2009 at 5:03 AM | In kampus, statistika matematika | Leave a Comment

Kuliah Statistika Matematika II untuk hari Rabu, 4 November 2009 ditiadakan karena saya ada acara seharian di GDLN Denpasar. Tugas harap diserahkan kepada Korti untuk selanjutnya ditaruh di laci saya.

National Summit 2009 atau Pertemuan Tingkat Tinggi Nasional 2009?

October 30, 2009 at 5:03 PM | In belajar bahasa Indonesia | Leave a Comment

Peringatan Sumpah Pemuda yang ke-81 baru saja berlalu. Namun, ada catatan menarik tentang salah satu bagian penting dari ikrar Sumpah Pemuda tersebut, yaitu bahasa Indonesia.

Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan telah ditetapkan di dalam UUD 1945 dan terakhir ini di dalam UU No. 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan (Bab III, Pasal 25–45 tentang Bahasa Negara). Pasal-pasal tersebut dengan sangat tegas menyebutkan pentingnya peranan bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau memang sebegitu pentingnya peranan bahasa Indonesia ini, lantas kenapa nama pertemuan tingkat tinggi skala nasional disebut National Summit 2009 dalam acara formal yang pembukaanya bahkan dibuka langsung oleh Presiden SBY? Apakah Pertemuan Tingkat Tinggi Nasional 2009 terlalu panjang? Ataukah istilah ini ‘kurang berwibawa’ ? Semoga saja peraturan dibuat bukan untuk dilanggar.

Menulis matematika?

October 27, 2009 at 4:48 PM | In menulis matematika | Leave a Comment

Awalnya saya tidak tahu kalau ada cara menulis matematika. Mulai pertengahan tahun 2005 saya melakukan pencarian di Internet tentang menulis matematika (mathematical writing). Hasil pencarian saya pada dasarnya menemukan tiga prinsip dasar sebagai berikut:

  1. Tidak memulai kalimat dengan simbol, notasi, atau lambang matematika. Sebagai contoh:
    Kurang tepat: \sin x = \sqrt{\pi}  adalah modus dari  …
    Sebaiknya: Nilai \sin x = \sqrt{\pi}  adalah modus dari  …
  2. Gunakan tanda baca secara tepat terhadap persamaan atau pertidaksamaan; apakah itu tanda koma (,), tanda titik (.), titik koma (;), titik dua (:), tanya tanya (?) dan tanda seru (!). Hal ini  terutama untuk persamaan yang ditampilkan (displayed equation).  Contoh:
    E(2X + 1) = 2E(X) + 1
    E(2Y - 3) = 2E(Y) - 3
    \ldots
    Sebaiknya ditulis:
    E(2X + 1) = 2E(X) + 1,
    E(2Y - 3) = 2E(Y) - 3,
    \ldots.
    Kenapa perlu tanda koma dan tanda titik? Logika sederhananya adalah bahwa simbol, lambang, atau singkatan itu pada hakikatnya mewakili kata atau kalimat. Sebagai contoh E(2X + 1) = 2E(X) + 1 dibaca “nilai harapan 2X  plus 1 sama dengan 2 kali harapan X ditambah 1″. Sehingga, sangatlah masuk akal kalau kalimat ini memerlukan koma, atau bahkan titik koma (;).  Dengan demikian, pada hakikatnya kita akan menggabungkan bahasa matematika dengan bahasa natural.
  3. Jangan menggunakan simbol atau notasi matematika yang hampir mirip atau yang susah dibedakan oleh oran awam, seperti ‘alfa’ (\alpha), huruf ‘a’ $a$, dan ‘tanda proporsional’ (\propto).

Tentunya masih ada prinsip-prinsip lain seperti penggunaan tanda elipsis (…), penulisan operator, dan pemilihan kata (diksi).  Semoga tulisan singkat ini memotivasi Anda.

kuliah Kendali Mutu Statistika tanggal 25-9-2009

September 18, 2009 at 4:25 PM | In kampus, kendali mutu statistika | Leave a Comment

Bagi Anda yang mengambil mata kuliah Kendali Mutu Statistika (KMS), harap membaca buku karangan Douglas C. Montgomery, Bab I tentang Konsep Mutu. Saya harap kita bisa banyak diskusi tentang topik awal tersebut :-)

kata di sebagai awalan dan di sebagai kata depan

September 18, 2009 at 4:18 PM | In belajar bahasa Indonesia | Leave a Comment

Banyak mahasiswa yang membuat tugas, laporan praktik kerja lapangan, dan usulan tugas akhir tidak bisa membedakan di sebagai awalan dan di sebagai kata depan. Hal ini menunjukkan kemampuan menulis dan berbahasa Indonesia yang masih kurang. Contoh:

  • Salah: Penelitian ini akan di ambil ….
  • Benar: Penelitian ini akan diambil ….

Mudah-mudahan kita tidak menjumpai lagi kesalahan penggunaan kata di.

dimana dan di mana

September 18, 2009 at 3:46 PM | In belajar bahasa Indonesia, menulis matematika | Leave a Comment

Seringkali dalam tulisan yang memuat rumus atau formula matematika kita menjumpai kata dimana yang merupakan terjemahkan dari kata where. Perhatikan contoh berikut:

Contoh 1. Nilai harapan E(X) = a + bE(Y) dimana a dan b adalah konstanta bilangan real  \ldots.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat  (KBBIPB) tahun 2008, yang merupkan kamus terbaru dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, penulisan kata dimana seharusnya di mana. Jadi seharusnya contoh di atas menjadi:

Contoh 1. Nilai harapan E(X) = a + bE(Y) di mana a dan b adalah konstanta bilangan real  \ldots.

Apakah masalah sudah selesai sampai di sini? Ternyata belum. Kata di mana bagi beberapa kalangan ahli bahasa atau setidaknya yang banyak berkecimpung dalam dunia tulis menulis ilmiah seperti almarhum Adjat Sakri mengatakan bahwa kata di mana kurang tepat digunakan sebagai terjemahan kata where. Kalaupun digunakan, menimbulkan makna ambigu atau tidak jelas. Kalau kita lihat di KBBIPB Edisi Keempat, maka kata di mana berarti berada di segala tempat. Dengan demikian penggunaannya memang kurang tepat.

Salah satu solusinya adalah dengan mengganti kata di mana dengan kata dengan; sehingga  menjadi:

Contoh 1. Nilai harapan E(X) = a + bE(Y) dengan a dan b adalah konstanta bilangan real  \ldots.

Adakah solusi yang lebih baik? Tentu saja ada. Jika kita mengikuti kaidah menulis matematika yang benar yaitu dengan mendefinisikan terlebih dahulu simbol atau notasi yang akan kita gunakan; maka  Contoh 1. di atas dapat dituliskan sebagai berikut:

Contoh 1. Jika X dan Y adalah peubah acak, a dan b adalah konstanta bilangan real, dan X = a + bY maka nilai harapan  E(X) = a + bE(Y).

Jadi dalam hal ini kita harus memahami bahwa matematika sendiri adalah sebuah bahasa yang memiliki tata bahasa tersendiri. Lebih unik lagi, dalam menulis matematika kita mengkombinasikan bahasa natural, dalam hal ini Bahasa Indonesia, dengan bahasa matematika.

Statistikawan: pekerjaan idaman masa depan

September 18, 2009 at 3:06 PM | In berita statistika | Leave a Comment

Statistika adalah pekerjaan idaman masa depan menurut The New York Times. Sebelumnya juga ada artikel dari School of Mathematics and Statistics UNSW. Mudah-mudahan ini juga terjadi di Indonesia :-)

Persiapan awal kuliah Statistika Matematika II

August 28, 2009 at 2:20 PM | In kampus, statistika matematika | Leave a Comment

Bagi Anda yang akan mengambil Mata Kuliah Statistika Matematika II,  harap membaca materi-materi pada Modul Statistika Matematika I berikut:

  • Sub bab 4.4, tentang Statistik Terurut
  • Bab 6 Modul Statistika Matematika I tentang Statistik dan Distribusi Pengambilan Sampel.

Harapan saya Anda memahami Bab 6. Kita akan membicarakan ini maksimal dalam 2-4 kali pertemuan. So be prepared!

Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.